Mimpi Besar Sang Bawahan, Eratkan Kebersamaan, Retas Pemukiman Kumuh

4 Maret 2017 16:34
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Makassar, Fathur Rahim. (FOTO: Akbar/Inikata.com)

MAKASSAR,INIKATA.com– Tak begitu banyak warga Kota Makassar yang mengetahui mimpi dari seorang pelayan Wali Kota Makassar, Moh Ramdan Pomanto, untuk meningkatkan taraf kesejahteran masyarakat.

Bekerja iklhas tanpa mengenal lelah menjadi suatu komitmen yang ditanamkan pada diri Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Makassar, Fathur Rahim, untuk mewujudkan mimpi besar Masyarakat Makassar sebagai kota tanpa pemukiman kumuh.

Fatur

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Makassar, Fathur Rahim, saat sedang bersama Wali Kota Makassar, Ramdan Pomanto. (FOTO: Akbar/Inikata.com)

Saat menjalankan aktifitasnya sehari-sehari Fathur Rahim yang dikenal murah senyum, perlahan mewujudkan mimpi itu menjadi nyata, mimpi tentang menghilangkan kesenjangan sosial khususnya di wilayah-wilayah slum area (kawasan kumuh) sesuai dengan amanah yang diemban dari Wali Kota Makassar.

“Sejak saya menjabat sebagai pelaksana tugas hingga definitif di DPKP, bersama staf terus melakukan pendataan slum area. Mulai dari hunian, sanitasi, status lahan, hingga profesi slum area terus kita gencarkan, untuk menjadi database sebagai target realisasi revitalisasi slum area di Makassar,” ucapnya Minggu (4/3/2017).

Fatur

Fatur membangunan sinergitas kerja bersama awak media untuk mewujudkan Makassar tanpa pemukiman kumuh

Lebih lanjut, Fathur Rahim menjelaskan bahwa tahun ini akan fokus juga ke program kota baru, yang dimana masyarakat membuat kerukunan agar membangun slum areanya dari kebersamaan dan membuat perencanaannya sendiri.”insya allah kalau semua ini berjalan dengan baik, zero slum area bisa terwujud di Kota Makassar,” jelasnya.

Selain itu, Kepala DPKP Makassar Fathur Rahim dikenal sebagai organisator, dimana dirinya terlibat langsung dalam organisasi Nahdatul Ulama (GP Ansor) sebagai Wakil Ketua Bendahara DPW Sulawesi Selatan, yan dimana Ayahnya sebagai sesepuh diorganisasi tersebut.(**)